Dinsos Rejang Lebong Gelar Gotong Royong di TMP Tabarenah Jelang Hari Pahlawan 2025

Dinsos Rejang Lebong Gelar Gotong Royong di TMP Tabarenah, Jumat (31/10/2025). (Foto: Istimewa)

Rejang Lebong, CoverPublik.com – Suasana penuh semangat dan keakraban menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Tabarenah, Desa Pahlawan, Jumat (31/10/2025). Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan gotong royong bersama untuk mempersiapkan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Dinsos Rejang Lebong, Dr. H. Hambali, S.Pd., M.Pd., M.H., didampingi Sekretaris Dinsos, Robert Rio Tinto, M.Si. Puluhan relawan dari berbagai unsur sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Tagana (Taruna Siaga Bencana), Pordam (Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Masyarakat), serta Peksos (Pekerja Sosial) turut ambil bagian dengan membawa alat kerja dari rumah masing-masing.

Para peserta tampak bekerja dengan penuh semangat dan keakraban. Suasana gotong royong yang hangat menjadi cerminan semangat kebersamaan masyarakat Rejang Lebong.

“Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih makam, tetapi juga meneguhkan semangat ‘Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan’ sesuai tema Hari Pahlawan 2025,” ujar Dr. Hambali.

Aksi sosial ini sekaligus mencerminkan semangat kepemimpinan Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, S.E., dan Wakil Bupati Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam aksi nyata, kepedulian sosial, dan kebersamaan.

Tema nasional Hari Pahlawan 2025 “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” menjadi ajakan bagi generasi muda untuk meneladani nilai juang para pahlawan, memperkuat solidaritas sosial, serta berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepedulian Sosial yang Mengalir

Menurut Dr. Hambali, kegiatan gotong royong tersebut sejalan dengan visi Dinas Sosial untuk membangun masyarakat mandiri, sejahtera, dan peduli terhadap sesama. Ia menjelaskan bahwa peran Dinsos tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan masyarakat termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, gelandangan, dan pengemis.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki daya dan kemandirian. Ini bagian dari misi kami dalam menumbuhkan kesejahteraan dan solidaritas sosial,” jelasnya.

Dinsos juga aktif melaksanakan program “Bantu Rakyat” yang mencakup Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan rehabilitasi sosial. Setiap kegiatan sosial, termasuk gotong royong di TMP Tabarenah, menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Wujud Nyata Kepahlawanan

Sekretaris Dinsos, Robert Rio Tinto, menambahkan bahwa nilai kepahlawanan seharusnya tidak hanya diperingati setiap 10 November, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Nilai kepahlawanan bukan hanya seremoni. Ia hidup dalam tindakan, gotong royong, dan kepedulian sosial — sesuai semangat tema ‘Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan’,” ujarnya.

Gotong royong di TMP Tabarenah menjadi bukti bahwa semangat perjuangan kini dapat diwujudkan melalui aksi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Selain mempersiapkan tempat peringatan Hari Pahlawan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepahlawanan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan warga Rejang Lebong.