
Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pembangunan konektivitas digital harus diiringi dengan pemanfaatan nyata, khususnya pada sektor layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Menurut dia, keberhasilan pembangunan jaringan internet tidak semata diukur dari ketersediaan akses, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan di masyarakat.
“Keberhasilan konektivitas diukur dari manfaat yang dirasakan sehari-hari. Siswa bisa mengakses materi belajar lebih luas, tenaga kesehatan dapat melayani pasien dengan lebih cepat dan tepat,” ujar Meutya.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, puskesmas, TNI, hingga sektor industri yang dinilai turut mendukung percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia.
“Saya terharu melihat kolaborasi berbagai elemen dalam membantu pemerintah memastikan konektivitas berjalan dengan baik,” katanya.
Meutya menambahkan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan transformasi digital yang merata. Dukungan lintas sektor menjadi kunci agar konektivitas benar-benar memberikan dampak nyata.
Ia menegaskan, konektivitas digital harus menjadi bagian integral dari layanan publik, bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata.
“Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat terus berjalan untuk mengawal konektivitas semakin baik,” ujar Meutya.









