Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan terbuka terhadap rencana penambahan provinsi sebagai penyangga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di luar Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah.
“Saya sangat terbuka dengan rencana penambahan provinsi penyangga tuan rumah PON 2028, tetapi saya tunggu keputusan KONI, baru saya mengeluarkan surat secara resmi,” kata Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, wacana penambahan provinsi pendukung tersebut mencuat dalam diskusi bersama sejumlah pihak terkait persiapan PON 2028. Dari pembahasan itu, diketahui sejumlah fasilitas olahraga di daerah tuan rumah masih belum sepenuhnya memadai untuk mengakomodasi seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.
Di sisi lain, lanjut dia, pembangunan fasilitas tambahan atau arena baru dinilai belum memungkinkan dalam kondisi saat ini karena harus mempertimbangkan aspek efisiensi dan keberlanjutan anggaran.
“Karena banyak fasilitas-fasilitas yang di kemudian hari tidak dikelola secara maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah NTT dan NTB bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dapat melakukan rapat koordinasi untuk membahas kemungkinan penambahan provinsi lain sebagai sistem pendukung atau supporting system penyelenggaraan PON 2028.
Menpora menegaskan, apabila terdapat provinsi lain yang memiliki sarana dan prasarana olahraga memadai untuk mendukung pelaksanaan ajang multi cabang olahraga terbesar di Tanah Air tersebut, maka Kementerian Pemuda dan Olahraga siap memberikan dukungan administratif.
“Jadi nanti dibantu provinsi apa saya enggak tahu. Suratnya memang belum saya keluarkan. Kalau mereka sudah putuskan, baru saya keluarkan,” katanya.
Ia menekankan bahwa surat keputusan terkait dukungan tuan rumah maupun provinsi penyangga harus mengacu pada regulasi dan keputusan resmi yang menjadi landasan hukum, sehingga tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun temuan dalam proses audit pemerintahan di kemudian hari.










