BPKP Gelar Kajian Ramadhan 1447 H di Purwakarta, Diikuti Sekitar 1.000 Jamaah

Purwakarta, CoverPublik.com – Sekitar 1.000 jamaah menghadiri Kajian Ramadhan 1447 Hijriah bertema “Niatkan Semua Karena Allah, Pasti Allah Beri Kemudahan” yang digelar di Masjid Endan Andansih, Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan yang menghadirkan pendakwah nasional Hanan Attaki tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sebagai bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H.

Selain sebagai forum penguatan spiritual, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat nilai persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Muhammad Yusuf Ateh, Direktur Utama PT Waskita Karya Muhammad Hanugroho, Ketua Yayasan Endan Andansih Ateh Dr. H. Endang Usman, jajaran direksi Bank Mandiri, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Pondok Tahfidz, serta sambutan Ketua Yayasan Endan Andansih.

Dalam sambutannya, Endang Usman menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas kehidupan. Ia menyampaikan bahwa tema kajian menjadi pengingat agar setiap amal dan usaha diniatkan semata-mata karena Allah SWT.

Menurut dia, Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah sehingga setiap langkah yang dijalani menjadi bernilai pahala serta berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausyiah utamanya, Hanan Attaki menyampaikan bahwa kelelahan hidup kerap muncul bukan karena kurangnya usaha, melainkan karena keliru dalam menata niat. Ia menjelaskan bahwa amal yang tampak sama dapat memiliki nilai berbeda di sisi Allah, bergantung pada niat yang melandasinya.

“Niat karena manusia membuat seseorang mudah kecewa, sedangkan niat karena Allah menjadikan setiap lelah bernilai ibadah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, Allah tidak menjanjikan hidup tanpa ujian, namun menjanjikan kemudahan dan jalan keluar bagi orang yang bertakwa. Kemudahan tersebut, kata dia, tidak selalu berarti hilangnya masalah, melainkan dapat hadir dalam bentuk ketenangan hati, kejernihan pikiran, hingga solusi yang datang dari arah tak terduga.

Panitia berharap kegiatan keagamaan seperti ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial selama bulan suci Ramadhan.

Tausyiah ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.50 WIB dan dilanjutkan agenda internal serta persiapan buka bersama bagi tamu undangan.