Coverpubliik.com – Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu – Lampung melakukan upaya pemulihan terhadap rumah bekas kediaman Bung Karno di Bengkulu.
Revitalisasi yang dilakukan mencakup perbaikan infrastruktur, pembuatan ruang literasi, sistem pembayaran menggunakan E-Money/QRIS, dan peningkatan ruang untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Nurmatias, wisatawan yang ingin mengunjungi rumah tersebut akan diberikan kemudahan dengan menggunakan QRIS. Selain itu, di ruang literasi, para wisatawan dapat melihat koleksi buku-buku yang pernah ditulis oleh Bung Karno selama pengasingannya di Bengkulu.
“Kami juga menyediakan buku-buku karya Bung Karno yang dapat dibaca langsung oleh wisatawan di lokasi. Di ruang literasi, terdapat poster yang menampilkan foto cover buku dan barcode sinopsis dari buku-buku tersebut, seperti Sarinah, Mentjapai Indonesia Merdeka, Indonesia Menggugat, dan Di Bawah Bendera Revolusi,” jelas Nurmatias saat meresmikan revitalisasi rumah bekas kediaman Bung Karno.
Selain itu, di ruang literasi juga disediakan televisi yang menampilkan video mengenai perjuangan Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu. Dengan adanya revitalisasi ini, para wisatawan dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenai perjuangan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan serta dapat memupuk rasa nasionalisme.
Program revitalisasi ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII dengan Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu. Program ini telah berjalan dengan lancar sejak bulan Agustus hingga September 2023.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri










