
Bengkulu Utara, CoverPublik.com — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Analisis Jabatan (Anjab), Analisis Beban Kerja (ABK), Peta Jabatan, dan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (7/5/2025).
Bimtek tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan ASN dalam menyusun dokumen Anjab dan ABK yang sesuai dengan peraturan dan regulasi terbaru. Selain itu, hasil penyusunan tersebut akan digunakan untuk merancang peta jabatan dan menghitung kebutuhan ASN secara efektif, efisien, dan berorientasi pada kinerja.
Dalam kegiatan ini, Pemkab Bengkulu Utara menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Majulo Bilkhair, S.E., M.A.P., yang memberikan materi secara komprehensif mengenai penyusunan Anjab dan ABK. Narasumber juga menjelaskan bagaimana hasil analisis tersebut diimplementasikan dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah.

Majulo dalam pemaparannya menekankan pentingnya akurasi dalam menyusun dokumen Anjab dan ABK karena berkaitan langsung dengan efektivitas pelayanan publik dan perencanaan kebutuhan pegawai. “Dokumen Anjab dan ABK merupakan dasar yang kuat dalam menetapkan kebutuhan formasi ASN. Penyusunannya harus berbasis data dan analisis yang valid agar dapat menunjang pengambilan kebijakan yang tepat,” ungkapnya.
Peserta bimtek terdiri dari perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bengkulu Utara yang terlibat langsung dalam perencanaan kepegawaian. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik diskusi kelompok, simulasi penyusunan, hingga konsultasi langsung dengan narasumber.
Kepala Bagian Organisasi Setdakab Bengkulu Utara dalam sambutannya menyatakan bahwa bimtek ini merupakan langkah awal dalam menyusun sistem manajemen ASN yang lebih tertata dan responsif terhadap kebutuhan organisasi. “Kami berharap output dari bimtek ini dapat memperkuat sistem birokrasi yang profesional dan mampu menjawab tantangan reformasi birokrasi di daerah,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh OPD mampu menyusun Anjab, ABK, dan peta jabatan yang akurat sebagai dasar dalam pemenuhan formasi ASN secara proporsional dan berkelanjutan.
Pewarta: Joni/Restu Edi
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









