Angka Perceraian Tinggi, Pemkot Bengkulu Luncurkan Sekolah Nikah

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi saat menghadiri lomba qaasidah rabana dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Bersejarah Jamik Bengkulu, Kamis (4/9). (Foto: Restu Edi/CoverPublik.com)

Bengkulu, CoverPublik.com – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meluncurkan program terbaru bernama Sekolah Nikah sebagai upaya menekan angka perceraian di daerah itu. Program tersebut diumumkan di hadapan ratusan peserta lomba qaasidah rabana dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Bersejarah Jamik Bengkulu, Kamis (4/9).

Menurut Dedy, program Sekolah Nikah bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Angka perceraian di Kota Bengkulu cukup tinggi. Karena itu, kita akan buat sekolah pranikah. Insya Allah dengan adanya pemahaman dari sekolah menikah, angka cerai bisa turun,” ujar Dedy.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan pernikahan di usia dini. “Kalau belum cukup umur jangan dulu dinikahkan. Nikah itu bukan sekadar seremonial, tapi tanggung jawab besar,” katanya.

Selain program Sekolah Nikah, Dedy juga menyinggung pembinaan anak-anak yang terlibat kenakalan remaja. Menurutnya, pemerintah akan mengedepankan pendekatan pendidikan agama.

“Kalau anak nakal di Jawa Barat dibawa ke barak, di Kota Bengkulu kita masukkan ke masjid, kita bina tiga hari. Pendidikan agama sangat penting karena membentuk karakter, kejujuran, dan tanggung jawab,” ujar Dedy.

Ia menegaskan, pendidikan agama mampu memberi dasar moralitas, menumbuhkan empati, serta membekali anak-anak dengan pengetahuan untuk membedakan yang baik dan buruk.

Acara tersebut turut dihadiri Pj Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian, para kepala OPD, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sekaligus Ketua Masjid Jamik Zulkarnain Dali, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025