Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Kota Bengkulu mendirikan tenda pengungsian serta mengerahkan mobil dapur umum dan perahu karet untuk menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras sejak Kamis (1/1/2026) malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu I Made Ardana di Bengkulu, Sabtu, mengatakan penanganan darurat telah difokuskan pada kawasan dengan dampak terparah, salah satunya Perumahan Korpri di Kelurahan Bentiring.
“Secara garis besar kami sudah berkumpul di Perumahan Korpri yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Petugas dari BPBD dan Tagana sudah siaga di lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga,” kata Made.
Ia menyebutkan wilayah yang terendam banjir meliputi Perumahan Korpri dan Perumahan Ejuka di Kelurahan Bentiring, Jalan Tanggul Gang Merpati II di Kelurahan Rawa Makmur, RT 7 Kelurahan Semarang, serta Kelurahan Tanjung Jaya.
Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga menyebabkan akses jalan di Kelurahan Rawa Makmur terpaksa ditutup total karena genangan air menutupi badan jalan dan tidak dapat dilalui kendaraan.
BPBD Kota Bengkulu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana), langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan di lapangan.
Menurut Made, petugas BPBD telah mendirikan tenda pengungsian dan mengoperasikan mobil dapur umum beserta perlengkapan pendukung di lokasi terdampak. Di Perumahan Korpri, BPBD mengerahkan mobil dapur umum yang dilengkapi perahu karet, perahu fiber, serta tenda pengungsian. Sementara di Perumahan Ejuka, petugas telah memasang tenda dan bersiaga untuk melakukan evakuasi jika kondisi memburuk.
Terkait jumlah rumah warga yang terendam, Made mengatakan pendataan masih terus dilakukan karena ketinggian air masih berubah-ubah seiring hujan yang belum berhenti.
“Data sementara menunjukkan sekitar 35 rumah terendam di Perumahan Korpri, 60 rumah di Perumahan Ejuka, 20 rumah di Kelurahan Semarang, dan sekitar 50 rumah di Kelurahan Rawa Makmur,” katanya.










