Sambut Momentum Pelaksanaan Pemilu Serentak 14 Februari Mendatang

Civitas Akademika Universitas Bengkulu terdiri dari alumni dan sejumlah mahasiswa dan Aktivis Anti Korupsi Bengkulu

Coverpublik.com – Civitas Akademika Universitas Bengkulu (Unib) terdiri dari alumni dan sejumlah mahasiswa serta aktivis anti korupsi Bengkulu, menggelar Deklarasi Keprihatinan Kondisi Bangsa.

Mereka berkomitmen untuk ikut menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi bangsa Indonesia dan memperjuangkan kebaikan untuk Indonesia.

Guru Besar Fakultas Hukum sekaligus Inisiator Deklarasi Keprihatinan Kondisi Bangsa, Prof Dr. Herlambang, menyampaikan 10 poin pernyataan keprihatinan Suara Bengkulu untuk Indonesia.

Menurutnya, suatu bangsa tidak boleh melupakan etika, terutama para penyelenggara negara yang menjadi dasar negara yang diatur melalui peraturan. Namun, seringkali etika dan moral diabaikan dalam peraturan tersebut.

Herlambang menegaskan bahwa ini merupakan hal yang penting untuk diingatkan, karena jika tidak diingatkan maka seolah-olah kita membenarkan segala tindakan yang melanggar etika.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya untuk kembali menjadikan etika dan moral sebagai dasar pelaksanaan hukum. Dengan demikian, bangsa Indonesia dapat memperbaiki pola perilaku para penyelenggara negara.

Ketua Penyuluh Anti Korupsi Rafflesia Mekar Bengkulu, Daisy Novira, menambahkan bahwa semua pihak harus bekerja sama dalam memberantas korupsi.

Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi dan memperkuat sistem pencegahan untuk mencegah terjadinya korupsi. Aktivis anti korupsi juga diharapkan terus menyuarakan pentingnya gerakan anti korupsi.

Berikut adalah 10 poin pernyataan keprihatinan Suara Bengkulu untuk Indonesia:

1. Sudah saatnya menguatkan Pancasila sebagai nilai dasar dan etika dalam bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.

2. Bangun Indonesia sebagai negara hukum, bukan negara yang hanya mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh
penguasa.

3. Tanamkan budaya malu, tenggang rasa, dan tepo seliro dalam kehidupan berbangsa yang bebas.

4. Hentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

5. Berhentilah merusak pengelolaan sumber daya alam yang berakibat pada degradasi peradaban bangsa Indonesia.

6. Jaga netralitas TNI sebagai tentara rakyat dan POLRI sebagai pengayom masyarakat.

7. Tolak penggunaan anggaran negara dan daerah untuk memenangkan calon legislatif dan pasangan calon presiden
tertentu.

8. Hentikan jual beli suara yang merendahkan martabat manusia.

9. Cegah dan tolak kecurangan dalam pemilu.

10. Kawal suara rakyat dan cegah kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu.

Dengan deklarasi ini, Civitas Akademika Universitas Bengkulu (Unib) berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebaikan untuk Indonesia.

Mereka berharap bahwa pernyataan keprihatinan ini dapat dijadikan sebagai pijakan untuk memperbaiki keadaan bangsa dan membawa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Semua pihak juga diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga etika dan moral sebagai dasar dari peradaban bangsa Indonesia.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri