Kemenbud Perkuat Ekosistem Perfilman Lewat JAFF 2025

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, Jogjakarta, Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025) (Foto: Dokumentasi/Kementerian Kebudayaan)

Jakarta, CoverPublik.com – Kementerian Kebudayaan kembali memperkuat ekosistem perfilman Indonesia melalui penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa festival tahunan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi film, tetapi juga ruang bertemunya talenta Indonesia dengan jaringan industri internasional.

“JAFF bukan sekadar festival film. Ia adalah ruang ekosistem tempat talenta Indonesia bertemu dengan dunia, tempat gagasan tumbuh, dan kolaborasi baru dimulai,” kata Fadli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa dukungan bagi ekosistem film Indonesia juga hadir melalui MTN Seni Budaya, Layar Indonesiana, Balai Media Kebudayaan, dan IP Nesia. Menurutnya, seluruh inisiatif tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membangun sinema Indonesia yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Fadli berharap JAFF dapat menjadi ruang pengembangan bagi talenta muda, terutama penulis, sineas, musisi, serta kreator kekayaan intelektual. Festival ini dinilai berperan penting dalam menjaga ekosistem perfilman tetap hidup, produktif, dan inklusif.

“Kami ingin memastikan bahwa talenta Indonesia memiliki tempat untuk berkembang. JAFF menyediakan ruang itu, dan kehadiran kami bertujuan menjaga ruang tersebut tetap hidup dan terbuka,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menambahkan bahwa MTN menjadi wadah pembelajaran penting bagi pelaku kreatif. JAFF disebutnya sebagai forum bertemunya pengalaman kreatif dan ide-ide baru yang dibutuhkan talenta muda.

“Melalui MTN Seni Budaya, kami ingin memastikan talenta Indonesia mendapat ruang belajar. JAFF adalah tempat yang tepat, forum di mana pengalaman kreatif bertemu dalam satu panggung,” kata Mahendra.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui MTN Lab, peserta diajak mengeksplorasi ide penulisan dan produksi secara lebih mendalam, sekaligus memperoleh pendampingan dari praktisi yang memahami dinamika industri film masa kini.