Jakarta, CoverPublik.com – Madani International Film Festival (Madani Fest) 2025 resmi digelar dengan mengangkat isu kemanusiaan global, khususnya tragedi genosida di Palestina dan kesadaran dekolonisasi di kawasan Plato Sahel, Afrika.
Direktur Festival Ahmad Rifki dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10), menjelaskan bahwa Madani Fest edisi ke-8 mengusung tema “Misykat”, yang terinspirasi dari Surah An-Nur ayat 35 sebagai simbol cahaya di tengah kegelapan berbagai tragedi kemanusiaan dunia.
“Misykat atau ceruk cahaya ini kami ambil dari Surah An-Nur ayat 35. Di tengah awan gelap yang menyelimuti dunia, kita perlu menyalakan cahaya dan mengarahkannya menuju kebaikan bersama,” ujar Rifki.
Ia menambahkan bahwa Madani Fest tahun ini menjadi wadah untuk menyalakan semangat kemanusiaan dan refleksi sosial melalui film. “Program Madani 2025 menjadi kurasi, spirit, sekaligus wadah cahaya itu agar bersama-sama mengarah ke titik terang,” imbuhnya.
Madani Fest 2025 akan memutar sejumlah film yang menyoroti isu genosida dan penderitaan rakyat Palestina. Salah satunya adalah film pembuka “All That’s Left of You” (2025) karya sutradara Cherien Dabis yang menceritakan luka sejarah, trauma, perlawanan, dan harapan tiga generasi keluarga Palestina.
Selain isu Palestina, Rifki menjelaskan bahwa kawasan Dataran Tinggi Sahel di Afrika juga menjadi fokus festival tahun ini. “Dataran Sahel menandai kesadaran dekolonisasi yang terus tumbuh. Wilayah ini juga dikenal sebagai pusat peradaban Islam, khususnya di Timbuktu,” katanya.
Film-film karya sineas dari Burkina Faso, Senegal, Mali, dan Nigeria akan diputar untuk menggambarkan dinamika sosial dan budaya di wilayah tersebut.
Sineas Indonesia Garin Nugroho turut menjadi fokus dalam program Retrospeksi Madani Fest 2025. Beberapa karya Garin yang akan ditayangkan antara lain “Mata Tertutup”, “Serambi”, “Rindu Kami Padamu”, “Tepuk Tangan”, dan “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang”.
Seluruh film tersebut dikurasi oleh pengamat budaya pop dan kritikus film Hikmat Darmawan.
Madani Fest 2025 menampilkan 95 film dari 24 negara, yang akan ditayangkan di Taman Ismail Marzuki, Studio Epicentrum XXI, Metropole XXI, dan Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta pada 8–12 Oktober 2025.
Sebanyak 16 film finalis dari kompetisi Madani Shorts Film Competition juga akan ditayangkan, dipilih dari 1.711 karya film dari berbagai negara.
Film-film tersebut akan dinilai oleh tiga juri internasional, yaitu Philip Cheah (Singapura), Sajid Farda (Inggris), dan Natalie Stuart (Inggris).
Madani Fest 2025 diharapkan menjadi ruang reflektif dan inspiratif bagi publik untuk memahami kemanusiaan lintas bangsa melalui sinema.










