Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Pamer Kemewahan, Fokus pada Program Pro Rakyat

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Forum 8 (Delapan) Gubernur Percepatan Eliminasi TBC di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (26/8/2025). (DOK. Kemendagri)

Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah menahan diri untuk tidak menggelar pesta mewah, baik dalam kapasitas pribadi maupun kedinasan. Imbauan itu disampaikan Tito merespons demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025.

“Tolong dijaga betul, termasuk acara pribadi. Ini momentum saat ini dan ke depannya, laksanakan (acara) secara sederhana,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Selasa (2/9).

Selain melarang pesta berlebihan, Tito juga menunda sementara perjalanan dinas luar negeri para kepala daerah. Ia mengingatkan agar para pemimpin daerah tidak bergaya hidup mewah yang berpotensi memicu kemarahan publik.

“Ini masyarakat lagi prihatin, terus ada yang berpesta,” ujarnya.

Mendagri juga menginstruksikan kepala daerah menggelar rapat bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), sekaligus aktif berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, ulama, serta unsur berpengaruh di wilayah masing-masing. Kepala daerah juga diminta mengadakan doa bersama lintas elemen masyarakat dan pemerintah.

Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya program pro rakyat seperti pasar murah dan bantuan sosial agar benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menegaskan, kepala daerah tidak seharusnya memamerkan kemewahan, termasuk dalam acara pribadi seperti pernikahan maupun ulang tahun, yang diharapkan berlangsung sederhana.

Demonstrasi besar akhir Agustus 2025 sebelumnya dipicu kekecewaan publik atas kenaikan pendapatan anggota DPR RI di tengah kondisi ekonomi lesu. Aksi tersebut juga diwarnai insiden tragis ketika seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob.

Dalam video amatir yang beredar, mobil rantis bertuliskan Brimob tampak melaju cepat saat massa berhamburan. Peristiwa itu membuat kerumunan kembali memanas. Menanggapi tragedi tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025