Mendes PDT: Ambil Pelajaran dari Jepang dan Korsel, Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045

Mendes PDT: Ambil Pelajaran dari Jepang dan Korsel, Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045

BENGKULU, CoverPublik.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto, menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, para bupati, Forkopimda Provinsi Bengkulu, serta seluruh kepala desa se-Provinsi Bengkulu di Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu, Jumat (25/4/2025).

“Pembangunan desa adalah garda terdepan pembangunan Indonesia. Kita bisa mengambil pelajaran dari dua negara Asia, Jepang dan Korea Selatan,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Jepang tengah mengalami krisis ekonomi yang serius. Hal itu disebabkan oleh tingginya urbanisasi, di mana 93 persen masyarakat Jepang telah meninggalkan desa. Desa-desa menjadi kosong, angka kelahiran menurun, dan jumlah kematian meningkat.

“Jepang tidak membangun desa. Mereka meninggalkan desa-desa, dan kini sedang menghadapi dampaknya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita,” kata Yandri.

Kondisi serupa, lanjutnya, juga terjadi di Korea Selatan. Sebanyak 83 persen penduduk desa di negara tersebut telah berpindah ke kota. Kini, Korea Selatan mulai menghadapi tantangan ekonomi yang serius akibat ketimpangan pembangunan antara kota dan desa.

“Artinya, desa memegang peran vital dalam kemajuan bangsa dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Menteri Yandri juga menyampaikan bahwa pembangunan desa telah menjadi amanat Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, yang akan dimulai dari desa-desa di seluruh Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi cita-cita Presiden akan dimulai dari desa. Maka kita harus membangun desa secara menyeluruh,” jelas Yandri.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Desa PDT bersinergi dengan berbagai kementerian lainnya, seperti Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Agama.

“Kita kepung desa dari sisi rohani dan jasmani. Saya berharap desa-desa di Bengkulu menjadi contoh nasional dalam pengembangan koperasi desa. Dengan koperasi Merah Putih, Indonesia akan lebih cepat maju,” pungkas Yandri.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025