Mukomuko Catat Surplus Beras 20 Ribu Ton, Bukti Kekuatan Sektor Pertanian

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, S.TP, M.Ec, D.Ev, Foto: Yantoni/coverpublik.com

Mukomuko, CoverPublik.com  — Kabupaten Mukomuko mencatat prestasi gemilang di sektor pertanian dengan meraih surplus beras tahunan sebesar 20 ribu ton. Pencapaian ini menegaskan bahwa Mukomuko tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya, tetapi juga berkontribusi dalam pasokan pangan untuk wilayah lain, bahkan di luar Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, S.TP, M.Ec, D.Ev, menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi beras masyarakat Mukomuko diperkirakan sekitar 20 ribu ton per tahun. Namun, kemampuan produksi daerah jauh melampaui angka tersebut.

“Setiap tahun, petani kami menghasilkan sekitar 65.414 ton gabah kering panen (GKP), yang setelah proses penggilingan menghasilkan kurang lebih 40 ribu ton beras siap konsumsi. Artinya, kami memiliki surplus sekitar 20 ribu ton,” ujar Elxsandi pada Senin (16/6/25).

Surplus ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan di Mukomuko. Selain menjadi daerah swasembada pangan, Mukomuko kini berpotensi menjadi lumbung beras untuk provinsi lain.

“Kami melihat ini sebagai peluang besar. Surplus beras yang kami miliki bisa didistribusikan ke wilayah lain, membuka ruang ekspor antarwilayah yang menguntungkan,” tambah Elxsandi.

Meski demikian, Elxsandi tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang ada. Di antaranya, fluktuasi harga beras di pasar yang dapat berdampak pada petani, serta keterbatasan infrastruktur pascapanen yang berpengaruh terhadap efisiensi distribusi.

“Pengelolaan cadangan pangan yang efisien sangat penting agar tidak terjadi pemborosan. Hilirisasi produk pertanian juga perlu dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah dan melindungi pendapatan petani,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi berkelanjutan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko telah menyusun berbagai langkah, termasuk penguatan kelembagaan petani serta kemitraan dengan sektor swasta. Hal ini dilakukan demi mendorong pertanian yang lebih maju dan berdampak positif bagi perekonomian daerah.

Elxsandi menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi. “Kami harap pemerintah, petani, dan masyarakat dapat terus menjaga keberhasilan ini demi ketahanan pangan yang kokoh dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Pewarta: Yantoni
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025