
Lebong, CoverPublik.com – Puluhan massa dari Ormas Persatuan Masyarakat Lebong (PAMAL) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebong, Kamis (18/9/2025). Dalam aksinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan mulai dari transparansi pajak hingga percepatan pelaksanaan Pilkades 2025.
“Kami datang bukan untuk anarkis, tetapi untuk menyuarakan kekecewaan masyarakat Lebong karena Bupati dan Wakil Bupati seolah tidak mau mendengar aspirasi kami,” tegas Mashuri di sela aksi.
Dalam orasinya, PAMAL menyampaikan empat poin tuntutan utama:
- Transparansi Pungutan PPJU (Pajak Penerangan Jalan Umum) dengan membuka data pelanggan, jumlah yang dibayar, serta alur penggunaan dana.
- Penyelesaian TGR (Tuntutan Ganti Rugi) yang belum dibayar sejak Kabupaten Lebong berdiri, termasuk jadwal pengembalian dan sanksi bagi OPD atau pihak terkait.
- Pelaksanaan Pilkades 2025 dengan penetapan jadwal resmi yang jelas dan diumumkan secara terbuka.
- Revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) agar dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat.
“Semua yang kami suarakan murni untuk kepentingan masyarakat Lebong. Jangan sampai kebijakan daerah berjalan tanpa transparansi dan partisipasi publik,” ujar Urpi.
Simbol Kekecewaan
Keranda mayat yang dibawa massa dianggap sebagai simbol matinya harapan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebong.
“Masyarakat kecewa karena aksi sebelumnya tidak pernah direspons. Simbol keranda ini menegaskan kekecewaan rakyat,” kata salah satu orator aksi.
Sementara itu, Bupati Lebong diketahui tidak berada di lokasi karena sedang menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Sultan Abdullah.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









