Pelabuhan Pulau Baai Siap Dikeruk, Kapal Khusus Dikirim dari Batam

PT Pelindo Bengkulu secara resmi mengirimkan dua unit kapal keruk dari Pelabuhan Batam untuk memulai proses pengerukan alur pelayaran.

BENGKULU, CoverPublik.com  — Upaya peningkatan kapasitas dan aksesibilitas Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mulai menunjukkan kemajuan signifikan. PT Pelindo Bengkulu secara resmi mengirimkan dua unit kapal keruk dari Pelabuhan Batam untuk memulai proses pengerukan alur pelayaran. Kedua kapal tersebut dijadwalkan tiba di perairan Bengkulu antara 23 hingga 25 Mei 2025.

Kapal keruk CSD Costa Fortune 3 dan AHT Costa Fortune 5 diberangkatkan pada Selasa (13/5) sekitar pukul 13.50 WIB. Saat ini, keduanya sedang dalam perjalanan menuju Bengkulu, ditarik oleh kapal tunda TB. Hemingway 3600. CSD Costa Fortune 3 memiliki tonase bruto 1.458 GT, panjang 99,95 meter, lebar 15,4 meter, dan draft 4 meter. Sedangkan AHT Costa Fortune 5, sebagai kapal pendukung, memiliki tonase 100 GT, panjang 21,15 meter, lebar 9 meter, dan draft 2,5 meter. Kedua kapal ini merupakan milik PT Adyawinsa Dinamika.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi Harianto, menyambut baik langkah tersebut. Ia menyebut pengerukan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sudah lama kita menanti realisasi proyek pengerukan ini. Kehadiran kapal keruk ini membuktikan komitmen PT Pelindo dalam meningkatkan infrastruktur pelabuhan kita. Ini tentu akan berdampak positif terhadap aktivitas ekspor-impor dan logistik di Bengkulu,” ujar Edi.

Informasi dari pihak terkait menyebutkan bahwa tahap awal pengerukan akan difokuskan pada alur pelayaran dengan menggunakan pipa sejauh 500 meter. Pasir hasil pengerukan akan dibuang ke lokasi pembuangan sementara. Target awal adalah mencapai kedalaman -4 meter LWS (Low Water Springs), agar kapal-kapal ukuran sedang dapat beroperasi lebih optimal.

Setelah tahap awal rampung, pengerukan akan dilanjutkan ke fase berikutnya dengan mendatangkan tongkang dan alat berat tambahan. Pada fase ini, target kedalaman ditingkatkan menjadi -6,5 meter LWS. Lokasi pembuangan pasir serta dukungan logistik akan diatur lebih lanjut agar proses berjalan efisien.

“Kami akan terus mengawal proses ini agar sesuai rencana dan memenuhi standar teknis. Harapannya pengerjaan ini tak hanya tepat waktu, tapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tutup Edi.

Dengan dimulainya pengerukan ini, harapan besar tertuju pada peningkatan konektivitas dan efisiensi transportasi laut di Bengkulu, yang selama ini dinilai masih kurang optimal.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025