
Bengkulu, CoverPublik.com – Bupati Rejang Lebong HM Fikri SE MAP membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Natal dan Tahun Baru 2025. Rapat tingkat tinggi tersebut digelar di ruang rapat bupati dan dihadiri Wakil Bupati Dr Hendri SSTP MSi, Penjabat Sekda Elva Mardiana SIP MSi, dua staf ahli bupati Taman SP MSi dan Drs Vande Armada, Plt Asisten II Setdakab Iwan Sumantri SE MM, Kepala Perum Bulog A Musalam Yudha, serta perwakilan Forkopimda.

Pertemuan dengan tema “Strategis Pengendalian Inflasi Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru 2026” itu menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Bengkulu Zahirman Aldi MTPD, ekonom Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Andi Burhanuddin Sultan, dan Kepala BPS Rejang Lebong Dwi Yugo Supriyanto SST ME.
“Rakor pengendalian inflasi daerah ini merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai wadah komunikasi antar anggota TPID Rejang Lebong dan berbagai unsur lainnya,” kata Bupati Fikri dalam arahannya.
Ia menegaskan bahwa melalui HLM-TPID diharapkan tercipta persamaan persepsi, sinergi, konsolidasi, dan sinkronisasi berbagai langkah pengendalian inflasi di daerah.
“Pemerintah diminta ikut andil melakukan serangkaian tindakan untuk meredam potensi meningkatnya inflasi menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Lonjakan harga kebutuhan pokok harus diantisipasi dan kita perlu memastikan kecukupan stok pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas harga. Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi daerah sangat ditentukan kerja sama antar SKPD, dukungan pemerintah provinsi, serta peran Bank Indonesia.
“Kita berharap sinergi seperti ini terus berlanjut, termasuk dukungan di berbagai bidang lain, dengan tujuan akhir menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah,” tutup Bupati Fikri.









