Rapat Perdana DPD II Partai Golkar Bengkulu Selatan, Konsolidasi Pengurus Baru Menguat

Manna, CoverPublik.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Bengkulu Selatan menggelar rapat pleno perdana kepengurusan di aula partai setempat, Senin (16/2/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPD II Golkar Bengkulu Selatan, Dodi Martian, didampingi Sekretaris Nisan Deni Purnama, serta Bendahara DPD Golkar Provinsi Bengkulu, Susman Hadi. Hadir pula senior Partai Golkar, Reskan Efendi yang akrab disapa Pak Bowo.

Dalam sambutannya, Dodi Martian menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang telah meluangkan waktu menghadiri rapat pleno pertama pada masa kepemimpinannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Partai Golkar Bengkulu Selatan yang telah hadir. Ini adalah rapat pleno perdana dalam kepengurusan kami, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal,” ujar Dodi.

Ia juga menyoroti kehadiran sejumlah wajah baru yang bergabung dalam kepengurusan Partai Golkar Bengkulu Selatan. Menurut dia, bergabungnya kalangan pengusaha dan tokoh muda menjadi energi baru bagi partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Saya melihat banyak wajah baru hari ini. Ini menjadi kekuatan besar bagi Golkar. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Golkar ke depan semakin jaya dan semakin merakyat di seluruh penjuru Bengkulu Selatan,” katanya.

Sejumlah nama yang disebut hadir dalam rapat tersebut antara lain Tulus Hartanu yang akrab disapa Koko, Turisman dari Pino Raya yang dikenal sebagai pengusaha sawit, serta konten kreator Apip Lentui. Selain itu, sejumlah tokoh dan pendatang baru lainnya turut memperkuat struktur kepengurusan.

Dodi menegaskan, konsolidasi dan soliditas menjadi kunci dalam menghadapi agenda politik ke depan. “Dengan bersatunya seluruh kader, kami optimistis Golkar di Bengkulu Selatan mampu meraih kemenangan yang diharapkan,” ujarnya.

Rapat pleno perdana ini menjadi langkah awal konsolidasi DPD II Partai Golkar Bengkulu Selatan dalam menyusun program kerja dan strategi penguatan basis kader di tingkat kecamatan hingga desa.