Retribusi Pasar Tembus 40 Persen, Disperindagkop Rejang Lebong Intensifkan Penagihan

Disperindagkop-UKM Rejang Lebong saat meninjau kios-kios pasar. (Foto Dok. TribunBengkulu)

Rejang Lebong, CoverPublik.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Hingga Juni 2025, capaian PAD dari sektor ini telah mencapai lebih dari Rp500 juta atau sekitar 40 persen dari target Rp1,2 miliar tahun ini.

Kepala Disperindagkop-UKM Rejang Lebong, Anes Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya kini intensif melakukan penagihan langsung kepada para pedagang pasar guna mengoptimalkan capaian pendapatan.

“Kami turun langsung ke lapangan, mengecek kondisi riil sekaligus mendampingi petugas dalam proses penagihan retribusi sewa kios,” ujar Anes, Senin (7/7/2025).

Anes mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir capaian PAD dari sektor ini belum pernah mencapai 100 persen, dengan realisasi rata-rata hanya sekitar 50 persen dari target. Namun, dengan strategi penagihan aktif dan pendekatan langsung, pihaknya optimistis tahun ini capaian PAD bisa lebih maksimal.

“Tahun ini kita optimis bisa mencapai target karena penagihan lebih digencarkan dan kita juga mendorong inovasi pedagang,” lanjutnya.

Kendati demikian, Anes tak menampik adanya sejumlah hambatan, seperti kios yang tutup karena minim pembeli dan tunggakan sewa dari para pedagang. Untuk mengatasi itu, Disperindagkop-UKM mengajak pedagang beradaptasi dengan tren pasar, termasuk memanfaatkan media sosial untuk berjualan.

“Kami ajak pedagang tetap buka toko tapi juga aktif di media sosial agar bisa menjangkau pembeli lebih luas. Produk pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” jelas Anes.

Sementara itu, salah seorang pedagang, Siti (45), mengeluhkan sepinya aktivitas jual beli di pasar tradisional. Ia mengaku, omzet dari kiosnya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang pasar sepi, beda jauh dari dulu. Kadang sehari cuma laku tiga sampai lima barang. Sewa kios jadi berat, semoga ada solusi dari pemerintah,” ungkapnya.

Disperindagkop-UKM berkomitmen terus mencari terobosan untuk menghidupkan pasar tradisional, sekaligus mengoptimalkan potensi retribusi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah.

Pewarta: Viona
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025