Coverpublik.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu terus berjuang memadamkan api yang menghanguskan satu unit gudang barang bekas dan rumah di Kelurahan Sawah Lebar. Seluruh unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang cepat membesar.
Dengan dibantu oleh pihak kepolisian, puluhan personel damkar berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan api yang terus menjalar. Namun, situasi semakin rumit karena di dalam gudang terdapat banyak barang yang mudah terbakar seperti plastik dan lainnya. Beberapa kali terdengar ledakan kecil yang diduga berasal dari barang-barang bekas yang terbakar.
Selain fokus memadamkan api, Damkar Kota Bengkulu juga berhasil menyelamatkan satu unit mobil truk yang sebelumnya sempat terbakar akibat terkena percikan api. Namun, meskipun telah diberikan usaha terbaik, api masih sulit untuk dikendalikan karena lokasi kebakaran yang berada di daerah padat penduduk.
Banyaknya masyarakat yang ingin melihat kebakaran di lokasi juga menjadi kendala bagi Damkar Kota Bengkulu. Mereka harus berusaha keras untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan semua orang yang berada di sekitar kebakaran.
Sementara itu, warga sekitar berusaha membantu dengan membawa air dan alat pemadam kebakaran sederhana. Namun, usaha mereka masih belum cukup mengatasi kebakaran yang terus membesar.
Setelah berjuang selama beberapa jam, akhirnya api dapat dikendalikan dan berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Bengkulu. Namun, akibat kebakaran tersebut, satu unit gudang barang bekas dan rumah yang berada di Kelurahan Sawah Lebar telah hangus terbakar.
Meskipun demikian, Damkar Kota Bengkulu patut diacungi jempol atas kerja keras dan dedikasinya dalam memadamkan kebakaran yang terjadi di Kota Bengkulu.
Selain itu, penting juga bagi masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menggunakan alat elektronik yang rusak.
Karena satu kesalahan kecil saja dapat menyebabkan kebakaran yang besar dan merugikan banyak pihak.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri










