Soal Banjir di Kota Bangkulu Tak Kunjung Usai, DPUPR Bangun 19 Titik Darinase

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Yosef Feri Yorizal saat diwawancarai awak media diruang kerjanya. Kamis (15/09/2023). Dok: Yulisman

Coverpublik.com,Bengkulu – Dua Periode kepemimpin Walikota Bengkulu Helmi Hasan nampaknya persoalan banjir menjadi keluhan serius bagi masyarakat Kota Bengkulu. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kota Bengkulu melalui Bidang Sumber Daya Alam (SDA) akan membangun sebanyak 19 titik drainase di Kora Bengkulu.

Kepala Dinas PUPR Pemkot Bengkulu melalui Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Yosef Feri Yorizal, mengatakan, bahwa Drainase memiliki peran yang sangat penting di kawasan berpenghuni.

Bahkan, drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan kelebihan air dari satu tempat ke tempat lain, misalnya wadah air, baik yang alamiah maupun buatan. Kelebihan air kemudian dilanjutkan menuju laut, sungai, danau, sumur dan sarana resapan lainnya. Untuk itu, diperlukan sistem drainase yang baik, khususnya di kawasan yang ramai penghuni seperti perumahan.

“Sebagai upaya pencegahan banjir di Kota Bengkulu. Dinas PUPR Kota Bengkulu melalui bidang SDA pada tahun ini melakukan pembangunan drainase di sejumlah Kawasan pada 19 titik”, katanya diruang kerjanya. Kamis (15/09/2023).

pembangunan drainase ini dapat tuntas, lanjutnya, sebelum Desember atau akhir November tahun ini.

“Dikontrak kita punya waktu 90 hari untuk menyelesaikan kegiatan ini, terhitung dari tanggal 25 kemarin dan diharapkan akhir November pekerjaan ini sudah tuntas. Mudah- mudahan tak ada halangan cuaca dan halangan lain, sehingga kegiatan ini bisa selesai seperti yang diharapkan. Adapun kegiatan ini pada umumnya melanjutkan kegiatan-kegiatan sebelumnya terkait dengan drainase di pemukiman warga,” ungkapnya.

Setelah dibangun nanti, masyarakat diminta untuk secara rutin membersihkan aliran drainase. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya musibah banjir akibat saluran yang tersumbat.

Pasalnya, berdasarkan pemantauan banyak drainase di perumahan yang tersumbat akibat kurangnya kesadaran warga setempat menjaga lingkungannya. Sehingga, timbul risiko banjir disaat curah hujan tinggi.

Diketahui, Pembangunan drainase dilakukan di 19 titik di Kota Bengkulu, mulai dari kawasan Kelurahan Jembatan Kecil, Cempaka Permai, Lempuing, Pagar Dewa, Kebun Tebeng, hingga kawasan Kelurahan Lempuing.

Pewarta: Yulisman

Editor: Man Saheri