
Bengkulu, CoverPublik.com — Ribuan jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah dari berbagai penjuru Indonesia dan lima peserta dari Malaysia menghadiri kegiatan Tasyakkuran Tahun Baru Islam ke-23 1447 Hijriyah di Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu, Minggu (13/7/2025).

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Kyai Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syech Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi, dengan mengusung tema “Bumi Merah Putih Kembali ke Jati Diri Bangsa, Merajut Nusantara.”
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan berbagai rangkaian kegiatan spiritual dan kebangsaan, seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ikrar sumpah jati diri bangsa, pelantunan syair-syair Shiddiqiyyah, hingga pembacaan delapan kesanggupan warga Thoriqoh. Tak hanya bersifat religius, kegiatan ini juga memuat nilai sosial berupa penyaluran santunan kepada 109 dhuafa dan anak yatim.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya momentum hijrah sebagai upaya refleksi diri dan pembenahan spiritual.
“Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momen penting untuk hijrah spiritual—dari kebodohan menuju ilmu, dari lalai menuju sadar, dan dari maksiat menuju taat,” kata Herwan.
Ia juga mengapresiasi peran aktif Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) yang selama ini membina generasi muda agar menjadi pribadi shalihah, berakhlak mulia, dan mencintai tanah air.
Ketua Umum JKPHS Pusat, Pujiarti, mengajak seluruh jamaah menjadikan momen ini sebagai pengingat untuk mempererat tali ukhuwah dan memperkuat komitmen keimanan.
“Semoga tahun baru ini menjadi awal yang membawa berkah, dan mari kita tingkatkan iman serta silaturahmi antar sesama,” ujar Pujiarti.
Sementara itu, Ketua JKPHS Cabang Bengkulu Tengah, Sarunawati, menekankan pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
“Silaturahmi, santunan, dan sedekah adalah cerminan cinta tanah air yang telah menjadi tradisi warga Thoriqoh Shiddiqiyyah,” katanya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah, Joko Herwanto, menegaskan bahwa Shiddiqiyyah adalah organisasi yang berpijak pada Pancasila dan UUD 1945.
“Kami adalah pelayan keimanan, kemanusiaan, dan kealaman. Melalui organisasi ini, kita ingin menjadi rahmat bagi seluruh alam,” ucap Joko.
Acara turut dihadiri tokoh-tokoh nasional dan daerah, antara lain Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, mantan Bupati Ferry Ramli, hingga perwakilan dari TNI, Kejaksaan, dan lembaga yudikatif. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama.
Selain menjalin ukhuwah, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif organisasi Islam dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









