Jakarta, CoverPublik.com – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono menyatakan TNI AU menargetkan pembangunan 30 satuan radar (satrad) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
“Insyaallah tahun 2029 semua sudah terinstal sesuai rencana. Nantinya akan ada 30 satrad,” kata Tonny dalam jumpa pers di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Menurut dia, pembangunan satrad tersebut masih terus berjalan dan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kemampuan pemantauan wilayah udara Indonesia.
Tonny menjelaskan, keberadaan satrad sangat dibutuhkan untuk mendeteksi serta mengantisipasi pergerakan pesawat asing yang memasuki wilayah udara nasional.
Saat ini, TNI AU telah memiliki sekitar 20 satuan radar yang tersebar di berbagai daerah. Namun, sebagian dari radar tersebut dinilai sudah berusia tua meskipun masih berfungsi.
“Kita akan mendapatkan 25 radar baru karena sebagian radar yang ada saat ini sudah usang, meskipun masih dapat beroperasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, radar baru tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik yang selama ini menjadi area blind spot atau wilayah yang belum terjangkau sistem pemantauan udara secara optimal.
Dengan penambahan dan modernisasi satrad tersebut, TNI AU optimistis kemampuan pengawasan dan pertahanan udara Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.










