Coverpublik.com – Kabid Perikanan Budi Daya Diskan Kabupaten Mukomuko, Fitra Juliatmi, di Mukomuko, menjelaskan Produksi ikan tawar tahun 2023 naik lebih dari 50 persen dibandingkan produksi ikan air tawar tahun 2022 sebanyak 7.000 ton karena ada penambahan jumlah pelaku usaha di sektor perikanan air tawar.
Dari total produksi ikan air tawar tersebut, menurut Fitri ikan nila menjadi komoditas yang paling banyak diproduksi dengan jumlah 3.964 ton, diikuti oleh ikan lele 2.614 ton, gurami 516 ton, patin 442 ton, mas 409 ton, dan lainnya sebanyak delapan ton.
Ia mengatakan pencapaian ini juga mencerminkan distribusi yang merata di beberapa kecamatan. Kecamatan Penarik memimpin dengan produksi sebanyak 2.772 ton, diikuti Kecamatan Air Manjuto dengan 2.088 ton, Kecamatan Teramang Jaya 658 ton dan Kecamatan Kota Mukomuko dan XIV Koto masing-masing 480 ton.
Selanjutnya, Kecamatan Teras Terunjam melaporkan produksi sebanyak 441 ton, Kecamatan Selagan Raya 315 ton, Kecamatan Air Dikit 240 ton, Kecamatan Lubuk Pinang 180 ton, Kecamatan Ipuh 96 ton.
Sementara itu, Kecamatan V Koto mencapai produksi 78 ton, Kecamatan Pondok Sunguh 48 ton, Kecamatan Air Rami 41 ton, Kecamatan Sungai Rumbai 24 ton, dan Kecamatan Malin Deman 12 ton.
Fitri mengatakan Diskan Kabupaten Mukomuko berupaya mempertahankan prestasi itu dengan menetapkan target produksi ikan air tawar sebesar 7.956 ton pada tahun 2024, yang meningkat lebih dari tahun sebelumnya.
Meskipun target ini meningkat, ia mengatakan Diskan tetap berkomitmen untuk mendukung kelompok pembudidaya ikan yang ada dalam mengembangkan usaha mereka di sektor perikanan air tawar. Dengan adanya peningkatan produksi ikan air tawar yang signifikan, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Mukomuko dan juga Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri










