
Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu lintas sektor. Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah Mian, menyatakan target ambisius menurunkan prevalensi stunting hingga ke angka satu digit dalam lima tahun masa kepemimpinan dirinya bersama Gubernur Helmi Hasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mian dalam rapat koordinasi bersama Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, serta jajaran pejabat Pemprov Bengkulu di ruang kerja Wakil Gubernur, Kamis (24/7/2025).
“Kami punya tekad besar. Saya dan Pak Gubernur ingin angka stunting di Bengkulu turun ke satu digit. Tapi ini butuh kerja kolektif semua elemen, tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu institusi,” kata Mian.
Di bawah slogan Bantu Rakyat, program penurunan stunting dijalankan seiring dengan penanggulangan kemiskinan, dua masalah yang saling berkaitan erat. Salah satu langkah konkret yang tengah dirancang Pemprov Bengkulu adalah pembangunan Sentra Komando Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di setiap kabupaten.
“Mumpung masih pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan, kita alokasikan anggaran untuk membangun Sentra Komando di tingkat kabupaten. Nantinya koordinasinya akan terpusat di level provinsi,” jelas Mian.
Ia mengakui, sebaran kasus stunting masih tinggi di wilayah kabupaten, sehingga intervensi di level bawah menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Saya tahu betul stunting ini merata di seluruh kabupaten. Harapan kami, selama lima tahun ke depan atau bahkan dalam lima bulan ke depan, ada perbaikan signifikan. Tidak elok kalau sampai akhir masa jabatan kami angka stunting masih di atas 20 persen,” tegasnya.
Pemprov Bengkulu berharap langkah ini dapat menjadi percepatan menuju Bengkulu bebas stunting dan memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan optimal.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









