Bengkulu, CoverPublik.com – Selama hampir dua pekan terakhir, masyarakat Kota Bengkulu mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang mengakibatkan antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kondisi ini terutama dirasakan pada BBM jenis Pertalite yang ketersediaannya semakin menipis. Akibatnya, warga harus mengantre hingga berjam-jam setiap hari demi mendapatkan pasokan BBM untuk kebutuhan transportasi mereka.

Warga Kelurahan Sukarami, Yogi, mengungkapkan keluhannya saat ditemui di SPBU Sebakul. Ia mengatakan telah mengantre sejak dini hari namun belum mendapat giliran hingga siang hari.
“Kami sudah antre sejak pukul lima pagi, tapi hingga pukul 12 siang ini belum juga dapat giliran. Ini sangat mengganggu, terutama bagi kami yang harus bekerja pagi,” ujar Yogi, pengendara sepeda motor yang terlihat kelelahan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Wanton, seorang sopir travel rute Bengkulu–Lampung yang berdomisili di Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Ia menyebutkan bahwa keterbatasan BBM menghambat operasionalnya, yang berimbas pada pendapatan harian.
“Kalau tidak ada BBM, kami tidak bisa jalan. Penumpang kecewa karena angkutan terbatas,” keluh Wanton.

Di wilayah Kelurahan Bumi Ayu, seorang warga bernama Ibu Ningsih juga mengeluhkan hal serupa.
“Sudah empat hari motor saya tidak bisa dipakai karena kehabisan bensin. Ke SPBU antreannya luar biasa panjang. Di pom mini pun sama saja, antre panjang dan harganya mahal, Rp14.000 per liter. Tapi tetap kami beli karena kebetulan ada yang buka di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, pedagang eceran BBM, Selamet, mengimbau pemerintah segera mengambil tindakan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
“Kami berharap pemerintah segera bertindak. Masyarakat Bengkulu sudah sangat kesulitan. Aktivitas sehari-hari terhambat karena tidak ada BBM,” ujarnya.

Masyarakat berharap kepada Pemerintah daerah terkait penyebab pasti kelangkaan BBM. Masyarakat meminta agar penanganan cepat dilakukan, agar distribusi BBM kembali lancar dan aktivitas warga dapat berjalan normal seperti sediakala.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025










