Jemaah Haji Seluma dalam Kondisi Prima, Siap Wukuf di Arafah

Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Seluma yang tergabung dalam Kloter 2 Padang, bersama dengan JCH asal Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, saat ini berada dalam kondisi sehat walafiat selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Makkah, CoverPublik.com  – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Seluma yang tergabung dalam Kloter 2 Padang, bersama dengan JCH asal Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, saat ini berada dalam kondisi sehat walafiat selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Ketua Kloter, Syafrizal, SE, yang akrab disapa Ucok, menyampaikan bahwa seluruh jemaah dari kloter tersebut masih dalam keadaan baik dan sedang menjalankan ibadah di Masjidil Haram sembari menunggu jadwal keberangkatan menuju ke Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, salah satu rukun wajib dalam ibadah haji.

“Alhamdulillah sampai saat ini jemaah haji Kloter II Padang yang terdiri dari Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, dan Bengkulu Tengah dalam keadaan sehat,” ujar Syafrizal pada Sabtu (24/5/2025).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa seluruh jemaah asal Kabupaten Seluma dan dua daerah lainnya masih aktif menjalankan ibadah dan akan diberangkatkan ke Arafah secara bertahap mulai tanggal 1 Juni 2025 mendatang.

“Kami akan terus memantau keadaan jemaah, khususnya dari Kabupaten Seluma, untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi prima menjelang pelaksanaan wukuf,” sambungnya.

Syafrizal juga menambahkan bahwa proses pemberangkatan menuju Padang Arafah akan dilakukan dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh penyelenggara. JCH akan melaksanakan rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah, dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah dan Mina.

Mabit atau bermalam di Muzdalifah dilakukan pada malam 10 Zulhijjah, setelah jemaah selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Mabit merupakan bagian dari rangkaian wajib haji, yaitu bermalam sebagai bentuk persiapan untuk pelaksanaan ibadah melontar jumrah di Mina.

Di Muzdalifah, jemaah akan beristirahat hingga waktu fajar, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melempar jumrah sebagai bagian dari simbolisasi penolakan terhadap godaan setan.

Kesehatan dan kesiapan jemaah menjadi prioritas utama tim pendamping dan ketua kloter agar seluruh tahapan ibadah haji dapat dijalani dengan lancar. Tim kesehatan dan petugas haji juga terus bersiaga untuk memberikan pendampingan dan bantuan medis jika diperlukan.

Dengan koordinasi yang baik dan kesiapan logistik serta mental jemaah, pelaksanaan wukuf dan rangkaian ibadah puncak haji diharapkan dapat berjalan khusyuk dan lancar.

Pewarta: Agusian
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025