Legacy Kepemimpinan Plt Gubernur Bengkulu Rosjonsyah dalam Program Leader Talk

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah Syahili, berbicara secara eksklusif dalam program Leader Talk yang diselenggarakan oleh Tribun Bengkulu di ruang kerjanya pada Jumat (7/2).

Bengkulu, CoverPublik.com  – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah Syahili, berbicara secara eksklusif dalam program Leader Talk yang diselenggarakan oleh Tribun Bengkulu di ruang kerjanya pada Jumat (7/2). Dalam wawancara ini, Rosjonsyah memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu selama masa kepemimpinannya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah upaya penanganan pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai. Menurut Rosjonsyah, pelabuhan ini memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, sehingga diperlukan langkah konkret untuk memastikan kelancaran operasionalnya. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik dalam menangani permasalahan ini agar tidak menghambat aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, Rosjonsyah juga menyoroti kebijakan terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para pegawai non-ASN agar mereka mendapatkan kepastian kerja serta kesejahteraan yang lebih baik. “Kita terus mendorong agar tenaga honorer yang telah mengabdi lama dapat diakomodasi melalui skema PPPK, sehingga mereka memiliki kepastian karier,” kata Rosjonsyah.

Dalam wawancara tersebut, Rosjonsyah juga membahas persiapan penyambutan gubernur baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Bengkulu. Ia menegaskan bahwa transisi kepemimpinan harus berjalan dengan lancar agar program-program yang telah dirancang dapat terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa proses peralihan kepemimpinan berjalan dengan baik tanpa hambatan, demi kesinambungan pembangunan Bengkulu,” tuturnya.

Rosjonsyah yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu periode 2021–2024 ditunjuk sebagai Plt Gubernur menggantikan Rohidin Mersyah sejak 25 September 2024. Dengan sisa masa jabatan yang singkat, ia tetap berupaya menjalankan program-program strategis bagi Bengkulu.

Pada kesempatan tersebut, Rosjonsyah juga mengungkapkan rencana aktivitasnya setelah memasuki masa purna bakti. “Saya adalah orang lapangan, jadi setelah pensiun saya akan tetap mencari peluang yang baik, tetapi tidak ingin jauh dari Bengkulu. Usia saya sudah 60 tahun, jadi saya ingin lebih fokus pada ibadah,” ungkapnya.

Wawancara eksklusif ini memberikan gambaran tentang dedikasi Rosjonsyah dalam memimpin Bengkulu dan memastikan pembangunan daerah tetap berlanjut. Dengan berbagai kebijakan yang telah diterapkan, ia berharap dapat meninggalkan warisan positif bagi masyarakat Bengkulu.

Pewarta: Yulisman
Editor : Masya Heri