Malaysia Ubah Sikap, Kini Gencar Naturalisasi Pemain Demi Piala Dunia

Legenda sepak bola Malaysia, Datuk Jamal Nasir Ismail, mendesak FAM untuk melakukan naturalisasi besar-besaran. © BHARIAN.COM.MY

KUALA LUMPUR, CoverPublik.com  — Malaysia kini tengah gencar melakukan program naturalisasi pemain demi memperkuat tim nasional, langkah yang ironisnya pernah mereka kritik ketika dilakukan oleh Indonesia. Publik Malaysia kini seakan menelan ludah sendiri setelah sebelumnya mengecam kebijakan PSSI yang mengandalkan pemain naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Kala itu, sejumlah media dan tokoh sepak bola Malaysia menyebut bahwa kehadiran pemain naturalisasi dapat menghambat perkembangan pemain lokal. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pun sempat diminta untuk fokus membina talenta muda dan tidak terlalu bergantung pada pemain keturunan.

Namun, keberhasilan skuad Harimau Malaya menumbangkan Vietnam 4-0 dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027 seolah menjadi titik balik. Kemenangan tersebut dipersembahkan oleh deretan pemain naturalisasi yang tampil impresif di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Ini juga menjadi kemenangan pertama Malaysia atas Vietnam dalam satu dekade terakhir.

Legenda sepak bola Malaysia, Datuk Jamal Nasir Ismail, menilai kebijakan naturalisasi justru kini menjadi kunci menuju prestasi internasional. “Saya tidak melihat ada masalah jika kita menambah pemain naturalisasi. Ini demi kebaikan sepak bola nasional,” ujarnya, Rabu (4/6/2025). Ia menambahkan, target Malaysia bukan hanya lolos ke Piala Asia 2027, tapi juga menembus Piala Dunia 2030.

FAM dilaporkan tengah menjajaki potensi pemain keturunan dari Amerika Selatan dan Eropa. Sejumlah nama seperti Gabriel Palmero, Hector Hevel, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Facundo Garces telah dinaturalisasi dan memperkuat tim nasional. Metro Malaysia bahkan melaporkan bahwa FAM sudah memiliki daftar 37 pemain berdarah campuran Malaysia dan Argentina yang sedang disaring.

“Pemain lokal belum cukup bagus untuk bersaing di level tertinggi. Tapi kehadiran pemain naturalisasi bisa memicu semangat dan menjadi panutan,” kata Jamal Nasir. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan pemain muda agar bisa mengikuti jejak para pemain keturunan tersebut.

Langkah Malaysia ini menunjukkan bahwa dalam sepak bola modern, pragmatisme menjadi pilihan demi mencapai ambisi besar—meski harus mengubah haluan dari sikap yang dulu pernah mereka kritik.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025