I.League Kecam Insiden Kekerasan di EPA U-20, PSSI Siapkan Sanksi Tegas

Jakarta, CoverPublik.com – Operator kompetisi I.League mengecam keras insiden tidak sportif yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy Super League U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United Banten FC di Stadion Citarum, Semarang, Minggu.

Insiden tersebut melibatkan sejumlah pemain, termasuk penggawa timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto Hengga, yang melakukan aksi tendangan keras terhadap pemain lawan.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa kompetisi EPA merupakan fondasi penting dalam pembinaan sepak bola nasional.

“Insiden seperti ini sangat disayangkan terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang menjadi fondasi lahirnya calon pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” ujar Ferry dalam keterangan resmi, Selasa.

Ia menekankan bahwa pembinaan karakter dan penanaman nilai fair play menjadi tujuan utama kompetisi, sehingga seluruh elemen pertandingan diharapkan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pemain harus mengedepankan asas fair play. Perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan,” katanya.

Ferry menambahkan, perangkat pertandingan dalam EPA berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov) sesuai domisili klub, bahkan dalam beberapa kasus melibatkan perangkat yang dimiliki klub sebagai bagian dari proses pembinaan menyeluruh.

Ia menegaskan tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi dan mendukung langkah PSSI serta Komite Disiplin dalam memberikan sanksi tegas.

“Kami tidak bisa menoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Sanksi tegas diperlukan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan federasi tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan di lapangan dan telah meminta Komite Disiplin menjatuhkan sanksi maksimal.

“PSSI sudah menerima laporan kejadian ini. Ketua Umum mengutuk keras dan meminta Komite Disiplin mengambil tindakan seberat-beratnya,” kata Yunus.

PSSI juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut serta membuka kemungkinan evaluasi terhadap perangkat pertandingan jika ditemukan adanya kelalaian.

“Siapa pun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat indikasi kelalaian perangkat pertandingan yang akan menjadi perhatian untuk evaluasi dan sanksi,” tambahnya.

Di sisi lain, Fadly Alberto Hengga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya kepada pemain Dewa United, Rakha Nurkholis, serta kepada tim dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC.

“Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan saya. Saya juga meminta maaf kepada manajemen, pelatih, dan rekan setim karena telah merugikan tim,” tulisnya.