Denpasar, CoverPublik.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan film memiliki peran strategis sebagai soft power atau kekuatan lunak bangsa, khususnya dalam upaya pemajuan kebudayaan Indonesia di tingkat global.
Fadli Zon mengatakan kehadiran Indonesia dalam berbagai festival film internasional semakin diperhitungkan, termasuk di Festival Film Cannes, Prancis. Ia berharap pada 2028 Indonesia dapat dipercaya menjadi guest of honor dalam ajang film bergengsi tersebut.
“Di Festival Film Cannes, kehadiran Indonesia kini semakin diperhitungkan. Mudah-mudahan pada 2028 Indonesia dapat menjadi tamu kehormatan di festival tersebut,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Bali, Sabtu.
Menurut dia, Kementerian Kebudayaan secara konsisten memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui sejumlah program strategis, antara lain penyediaan dana perfilman Indonesia dengan skema matching fund, serta memfasilitasi partisipasi sineas Tanah Air dalam berbagai festival film internasional.
Di dalam negeri, Fadli Zon menyoroti penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan JAFF Market sebagai platform penting yang membuka ruang kolaborasi, jejaring, sekaligus memperkuat ekosistem perfilman Indonesia. Film, kata dia, merupakan medium yang sangat dekat dengan berbagai cabang seni, mulai dari seni peran, sastra, musik, seni pertunjukan, tari, hingga fesyen.
Selain itu, Menteri Kebudayaan juga mengapresiasi pelaksanaan Malam Anugerah Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) 2025 yang digagas Pemerintah Kota Semarang. Festival yang berlangsung di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Jawa Tengah, tersebut dinilai menjadi ruang apresiasi bagi karya film pendek, sekaligus wadah kolaborasi dan regenerasi sineas muda yang berakar pada kekayaan budaya lokal.
Fadli Zon menilai LSSFF menempatkan sinema sebagai medium strategis untuk menampilkan keragaman budaya, mendokumentasikan memori kolektif bangsa, serta memperkenalkan jati diri Indonesia ke tingkat internasional. Pada penyelenggaraan perdananya yang dibuka sejak 15 September 2025, festival ini berhasil menjaring 144 film pendek dari seluruh Indonesia dalam tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum, melalui proses kurasi ketat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 film pendek terpilih melaju ke babak final.
“Kami sangat mendukung penyelenggaraan Lawang Sewu Short Film Festival ini dan berharap festival ini dapat berkelanjutan serta berkesinambungan,” ujar Fadli Zon.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya di Kota Semarang. Ia menilai peninjauan sejumlah situs budaya oleh Menbud Fadli Zon sebagai langkah strategis, sekaligus menyambut rencana renovasi dan pengembangan ruang aktivitas budaya bagi masyarakat yang akan dilakukan Kementerian Kebudayaan.
Agustina juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan kembali LSSFF pada tahun depan dengan pelaksanaan yang lebih baik, serta wacana menghadirkan Festival Keroncong sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni budaya. Pemerintah Kota Semarang, kata dia, berkomitmen menyiapkan berbagai sarana pendukung bagi para seniman lokal.










