
Rejang Lebong, CoverPublik.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) melalui rapat resmi yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Kamis (4/12/2025). Rapat dipimpin Perencana Ahli Muda Bappeda Provinsi Bengkulu, Yostaki Farizal, ST, M.Si, serta dibuka oleh Plt. Asisten II Setda Rejang Lebong, Iwan Sumantri, SE, MM.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, M. Irpan Oktama, unsur Forkopimda Rejang Lebong, sejumlah kepala OPD, dan instansi pendukung pertumbuhan ekonomi.
Dalam sambutannya, Iwan Sumantri menegaskan bahwa pembentukan TP2ED merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Ia berharap tim ini dapat bekerja secara terstruktur dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Semoga TP2ED dapat bekerja secara solid dan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan ekonomi di Rejang Lebong,” kata Iwan.
Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, M. Irpan Oktama, menyampaikan gambaran kondisi ekonomi Bengkulu serta peluang Rejang Lebong untuk tumbuh lebih cepat. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi daerah didukung sejumlah faktor, antara lain meningkatnya konsumsi masyarakat, kebijakan subsidi pemerintah, efisiensi anggaran daerah, serta harga komoditas unggulan seperti batubara, CPO, dan sektor pertanian.
Ia menilai, Rejang Lebong memiliki potensi besar dalam hilirisasi pertanian, terutama kopi dan hortikultura, hingga pengembangan industri berbasis agribisnis.
“Rejang Lebong harus mulai bergerak menuju industrialisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah lebih besar. Penguatan investasi dan perluasan ekspor akan menjadi kunci percepatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Rapat tersebut juga membahas panduan teknis sembilan langkah percepatan ekonomi yang menjadi instruksi Kemendagri. TP2ED nantinya bertugas merumuskan strategi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menyampaikan laporan berkala kepada pemerintah pusat.
Pembentukan TP2ED menegaskan komitmen Pemkab Rejang Lebong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.









