Pemprov Bengkulu Siapkan Edaran Penguatan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat menerima audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, di ruang kerjanya, Rabu (6/8). (Foto: Syafri Yantoni/CoverPublik.com)

Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan komitmennya dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sebagai simbol identitas dan alat pemersatu bangsa. Hal ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat menerima audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, di ruang kerjanya, Rabu (6/8).

“Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara harus menjadi prioritas, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan komunikasi publik,” tegas Herwan Antoni.

Sebagai bentuk konkret, Pemprov Bengkulu akan segera menyusun surat edaran yang merujuk pada pedoman penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan instansi pemerintah dalam menggunakan bahasa secara baik dan benar.

“Kita akan dorong penerapan bahasa Indonesia secara konsisten di berbagai sektor. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat,” ujar Herwan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, mengusulkan pembentukan tim pengawasan bahasa yang berada langsung di bawah koordinasi Sekda. Tim tersebut akan bertugas melakukan pendampingan, pembinaan, dan pengawasan terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, lanskap kota, serta dalam dokumen resmi pemerintahan.

“Tim ini diharapkan menjadi motor penggerak kesadaran berbahasa yang tepat, termasuk memberikan bimbingan teknis kepada lembaga-lembaga terkait,” kata Andriana.

Selain itu, Balai Bahasa juga menggagas program pembinaan terhadap sedikitnya 50 lembaga yang tersebar di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Program ini merupakan bagian dari konsolidasi daerah untuk memperkuat pengawasan bahasa sekaligus memperluas literasi kebahasaan.

Audiensi ini menjadi pijakan awal yang signifikan dalam upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tengah gempuran bahasa asing maupun bahasa tidak baku yang marak digunakan di ruang publik.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025