Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Kota Bengkulu mencatat sebanyak 2.688 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (5/4) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Deni, mengatakan pendataan korban masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah warga terdampak secara akurat.
“Sejak Senin hingga saat ini kami masih melakukan pendataan dan rekapitulasi jumlah warga terdampak banjir di Kota Bengkulu,” kata Deni di Bengkulu, Selasa.
Berdasarkan data sementara, banjir melanda hampir seluruh wilayah Kota Bengkulu dengan tingkat dampak yang bervariasi di setiap kecamatan.
Di Kecamatan Singaran Pati, banjir merendam sejumlah kelurahan seperti Jembatan Kecil sebanyak 68 rumah, Lingkar Timur enam KK, Timur Indah 30 KK, dan Panorama 54 KK.
Sementara di Kecamatan Muara Bangkahulu, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Rawa Makmur sebanyak 41 KK, Rawa Makmur Permai 185 KK, dan Pematang Gubernur 173 KK.
Kecamatan Ratu Agung menjadi salah satu daerah dengan dampak cukup besar, di antaranya Kelurahan Tanah Patah sebanyak 238 KK, Tebeng 745 KK, serta Sawah Lebar Baru 80 KK.
Di Kecamatan Ratu Samban, banjir berdampak pada Kelurahan Anggut Atas 29 KK, Belakang Pondok 95 KK, Penurunan 84 KK, Anggut Bawah tiga KK, dan Kebun Dahri 44 KK.
Selanjutnya di Kecamatan Sungai Serut, Kelurahan Tanjung Agung tercatat 281 KK atau 895 jiwa terdampak, Sukamerindu 147 KK, Surabaya 125 KK, Pasar Bengkulu 19 KK atau 75 jiwa, Semarang 49 KK, serta Kampung Kelawi lima KK atau 20 jiwa.
Di Kecamatan Selebar, Kelurahan Pagar Dewa terdampak sebanyak 57 KK. Sementara di Kecamatan Kampung Melayu, Kelurahan Muara Dua mencatat 50 warga dewasa dan lima balita terdampak.
Adapun di Kecamatan Gading Cempaka, Kelurahan Lingkar Barat tercatat 60 rumah terdampak dan Kelurahan Jalan Gedang sebanyak 20 KK.
Deni menambahkan, sejak hari pertama kejadian, BPBD Kota Bengkulu telah menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok seperti mie instan, beras, dan air mineral kepada warga terdampak.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Baznas, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan optimal,” ujarnya.










