Gubernur Bengkulu Tinjau Lokasi Banjir dan Serahkan Bantuan di Padang Pariaman

Gubernur Bengkulu Salurkan Bantuan Langsung bagi Korban Banjir di Padang Pariaman. (Foto: Istimewa)

Padang Pariaman, CoverPublik.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengunjungi langsung lokasi terdampak bencana banjir dan abrasi di Komplek Palapa Saiyo, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Kamis. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Rafflesia tersebut bertujuan untuk menyerahkan bantuan sekaligus memberikan penguatan moril kepada warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bencana yang dipicu luapan sungai Batang Anai pada Rabu itu menyebabkan sedikitnya tujuh rumah di Korong 1 Komplek Palapa Saiyo ambruk akibat abrasi hebat. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, warga kini terpaksa mengungsi ke tenda darurat maupun kediaman kerabat terdekat.

Dalam peninjauannya, Helmi Hasan menyerahkan bantuan berupa uang tunai, bahan pokok, serta perlengkapan ibadah. Ia menyampaikan pesan spiritual agar warga tetap tegar menghadapi ujian ini dengan keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diikuti dengan kemudahan.

Menurut Helmi, kehadiran Pemerintah Provinsi Bengkulu di Sumatera Barat merupakan wujud persaudaraan yang erat. Ia menegaskan bahwa duka yang dirasakan warga Sumatera Barat juga merupakan duka masyarakat Bengkulu.

Sebelum turun ke lokasi bencana, Helmi Hasan juga telah menyerahkan bantuan dana tunai senilai 1 miliar rupiah kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Secara keseluruhan, donasi yang terkumpul dari masyarakat Bengkulu mencapai 4,3 miliar rupiah, yang didistribusikan untuk membantu korban bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain dana tunai, logistik berupa seragam sekolah, kursi roda, hingga unit ambulans turut dikerahkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

Iskandar, selaku tokoh masyarakat setempat, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat Bengkulu. Ia menyebut bantuan tersebut sangat meringankan beban warga yang saat ini tengah berupaya mengevakuasi barang yang tersisa.

Pemerintah daerah setempat kini tengah melakukan pengkajian mendalam terkait langkah relokasi bagi rumah-rumah yang berada di zona merah abrasi sungai guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.