
Rejang Lebong, CoverPublik.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu mensosialisasikan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta kepada para guru dan siswa madrasah di Kabupaten Rejang Lebong, sebagai bagian dari penguatan karakter dan moderasi beragama di lingkungan pendidikan keagamaan.
Plt Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Ajamalus, dalam amanat upacara bendera di MAN Rejang Lebong, Senin, menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan program baru yang diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan tujuan membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap agama, sesama manusia, dan Tanah Air.
“Kurikulum ini menekankan pembinaan karakter yang berakhlak mulia, menumbuhkan kasih sayang, empati, serta semangat kebersamaan baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Menurut Ajamalus, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sangat penting di madrasah sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai cinta dan kemanusiaan, yang sekaligus menjadi upaya konkret dalam mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi beragama harus menjadi fondasi dalam kehidupan sehari-hari siswa dan tenaga pendidik. Moderasi, lanjutnya, bukan hanya soal keagamaan, tetapi juga menyangkut sikap hidup yang mengedepankan keseimbangan, penghargaan terhadap perbedaan, dan toleransi.
“Moderasi berarti menjaga keseimbangan, menghargai perbedaan dan mengedepankan toleransi,” kata Ajamalus.
Dalam kunjungannya ke MAN Rejang Lebong, Ajamalus turut memberikan pembinaan kepada para guru dan tenaga kependidikan. Ia mengajak seluruh pendidik di Kabupaten Rejang Lebong untuk menjadi teladan bagi peserta didik dan terus meningkatkan kompetensi serta kualitas pelayanan pendidikan di madrasah.
Pewarta: Viona
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









