Pipilaka Calling Hadirkan Pameran Imersif Bertema Kepedulian Lingkungan di Sarinah

Jakarta, CoverPublik.com — Kekayaan intelektual lokal Pipilaka membuka pameran imersif dan instalasi seni bertajuk Pipilaka Calling yang mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran menjaga alam dan lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.

Kreator sekaligus pendiri Pipilaka Wahyadi mengatakan pameran tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan visual, tetapi juga menyampaikan pesan nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan melalui perpaduan cerita, seni, teknologi, dan musik dengan pendekatan modern.

“Kami ingin menitipkan pesan yang sebenarnya sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan saling mendukung. Nilai-nilai ini sejak dulu selalu diajarkan orang tua dan leluhur kita, termasuk pentingnya mencintai sesama dan bumi tempat kita hidup,” ujar Wahyadi dalam pembukaan Pipilaka Calling di Sarinah, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan Pipilaka berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti semut. Filosofi tersebut dihadirkan untuk mengingatkan pentingnya gotong royong dan kepedulian kolektif terhadap lingkungan agar kerusakan alam tidak terus berlanjut.

Menurut Wahyadi, pameran ini juga menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya mengambil sumber daya dari bumi, tetapi perlu memberikan kembali kehidupan yang baik, antara lain dengan menjaga kebersihan dan menanam tanaman untuk memelihara keseimbangan ekosistem.

“Hal-hal kecil seperti menanam dan tidak membuang sampah sembarangan sangat berarti, karena bumi ini bukan hanya untuk manusia, tetapi juga makhluk hidup lainnya,” katanya.

Pipilaka Calling menampilkan instalasi seni patung karakter Pipilaka yang dipadukan dengan visual, musik, serta teknologi imersif, sehingga karakter tersebut tampak berinteraksi dan menyampaikan pesan tentang lingkungan, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan.

Pameran ini melibatkan para pengrajin, seniman, kreator kekayaan intelektual, hingga teknisi kecerdasan buatan dan teknologi hologram dari anak bangsa, khususnya seniman asal Yogyakarta yang menjadi studio pembuatan Pipilaka Calling.

Pengalaman imersif tersebut diperkuat dengan pengisi suara sejumlah tokoh publik, antara lain Rossa, Fadil Jaidi, Cinta Laura, Soimah, Dwi Sasono, Nirina Zubir, Agus Ringgo, dan Heruwa, yang memberi karakter serta kedalaman emosi pada kisah Pipilaka.

Penyanyi Rossa menilai pameran ini dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.

“Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dibiasakan sejak kecil. Menurut saya, ini pengalaman edukatif yang luar biasa bagi anak-anak,” ujarnya.

Direktur Utama PT Sarinah Raisha Syarfuan mengatakan pameran yang digelar di Sarinah lantai 5 mulai 15 Desember 2025 hingga 8 Maret 2026 tersebut diharapkan mampu menarik pengunjung lokal maupun mancanegara sekaligus memperkenalkan isu lingkungan Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

“Bagi Sarinah, Pipilaka bukan sekadar pameran, melainkan contoh bagaimana seni dapat hidup di ruang publik dan menjadi medium penyampaian pesan kemanusiaan serta kepedulian terhadap alam secara relevan,” kata Raisha.

Pipilaka Calling menetapkan harga tiket Rp50.000 untuk hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan. Sebagian hasil penjualan tiket dialokasikan untuk mendukung program edukasi dan kegiatan sosial, khususnya bagi anak-anak dan komunitas seni.