Kasus TPPO Warga Seluma yang Meninggal di Jepang, Gubernur Bengkulu Bentuk Tim Investigasi

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan (peci putih) di Bengkulu, Selasa. (11/11/2025). (Foto: Istimewa)

Bengkulu, CoverPublik.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa Adelia Meysa (23), warga Desa Kampai, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, yang dilaporkan meninggal dunia di Jepang.

Langkah cepat ini, menurut Helmi Hasan, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, terutama perempuan dan anak yang berisiko menjadi korban perdagangan orang.

“Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus dugaan perdagangan orang dan memastikan keadilan bagi korban,” kata Gubernur Helmi dalam Surat Perintah Tugas yang diterbitkan di Bengkulu, Selasa.

Melalui Surat Perintah Tugas Nomor 500.15/1925/D4-PPKB-03/2025, Gubernur Bengkulu secara resmi membentuk Tim Investigasi TPPO yang menindaklanjuti Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor G.444.DP3APPKB Tahun 2023 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Provinsi Bengkulu.

Tim tersebut beranggotakan sejumlah pejabat lintas instansi, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Bengkulu, Kepala Dinas DP3APPKB, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala UPTD PPA DP3APPKB, serta Kepala Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu.

Tim investigasi diberi waktu 14 hari kerja sejak surat ditandatangani untuk melakukan penyelidikan dan pengumpulan data menyeluruh terkait penyebab kematian Adelia Meysa. Hasil investigasi tersebut wajib dilaporkan secara resmi kepada Gubernur Bengkulu.

Sebelumnya, Gubernur Helmi Hasan juga turun langsung membantu proses pemulangan jenazah Adelia Meysa, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Seluma, yang meninggal dunia di Kota Sakai, Prefektur Ibaraki, Jepang, pada Sabtu (8/11/2025).

“Kami turut berduka cita yang mendalam. Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta KBRI Jepang untuk memastikan pemulangan jenazah berjalan lancar,” ujar Helmi.

Ia menambahkan, Pemprov Bengkulu akan menanggung seluruh kebutuhan selama proses pemulangan hingga pemakaman di kampung halaman almarhumah.

“Insya Allah ambulans sudah disiapkan dari bandara. Untuk malam takziah, pemprov juga akan ikut membantu hingga proses pemakaman selesai,” kata Gubernur.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pembentukan tim investigasi ini dapat mengungkap penyebab kematian Adelia Meysa secara transparan serta menjadi langkah tegas dalam mencegah kasus serupa di masa mendatang.