Prabowo Dorong Listrikfikasi, Ajak Beralih dari BBM ke Energi Listrik

Jakarta, CoverPublik.com – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh pihak untuk beralih dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil ke energi listrik sebagai bagian dari upaya menuju energi bersih dan terbarukan.

Ajakan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

“Kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah menggunakan listrik,” kata Prabowo.

Ia memperkenalkan istilah “listrikfikasi” sebagai upaya mendorong pemanfaatan energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM berbasis fosil.

“Listrikfikasi, memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil,” ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi langkah PT VKTR yang mulai memproduksi kendaraan listrik seperti truk dan bus untuk kebutuhan komersial. Menurut dia, inisiatif tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

“Inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini adalah bersejarah dan menjadi suatu tonggak yang membanggakan,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa peresmian pabrik kendaraan listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Menurut dia, pemerintah terus mengupayakan perubahan pola konsumsi energi masyarakat, termasuk dalam sektor transportasi, dengan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Pemerintah harus bekerja keras untuk segera mengubah budaya dan cara kerja, dari energi berbasis fosil menuju energi baru terbarukan, salah satunya berbasis listrik,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi respons terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi harga BBM dunia.

Pemerintah, lanjutnya, saat ini tengah mempersiapkan berbagai kebijakan dan infrastruktur guna mendukung transisi menuju penggunaan energi bersih yang lebih berkelanjutan.