Prabowo Sebut Polisi Selalu Dijelekkan di Seluruh Dunia, Tapi Tetap Jalankan Tugas

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan di acara pemusnahan barang bukti berbagai jenis narkoba seberat 214,84 ton di Lapangan Bhayangkara Polri (YouTube Setpres)

Jakarta, CoverPublik.com – Presiden Prabowo Subianto menilai profesi kepolisian kerap mendapat citra negatif di berbagai negara, padahal tugas utama aparat adalah menegakkan ketertiban dan menindak pelanggaran.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo seusai menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

“Polisi selalu dijelek-jelekkin, selalu dimaki-maki, iya kan? Di mana? Di seluruh dunia,” ujar Prabowo.

Menurutnya, masyarakat sering kesal ketika ditertibkan, padahal hal itu merupakan bagian dari tugas kepolisian. Ia mencontohkan dirinya sewaktu muda yang juga pernah melanggar lalu lintas.

“Karena memang tugasnya menertibkan. Saya juga waktu muda, kalau lampu merah lihat polisi, ya salah saya ngaku. Saya nggak bener. Polisi tugasnya menertibkan. Tapi sering kita malah dongkol,” katanya.

Prabowo menambahkan, dalam setiap institusi besar pasti ada oknum yang berperilaku tidak baik. Hal itu juga pernah ia alami saat menjabat sebagai Panglima di lingkungan TNI.

“Dalam korps yang ratusan ribu, pasti ada yang nggak bener. Saya mantan Panglima, saya tahu anak buah saya ada yang nakal, ada yang brengsek. Ya itu tugas kita menertibkan,” jelasnya.

Ia kemudian mencontohkan situasi di sekolah, bahwa tidak seharusnya seluruh lembaga atau guru disalahkan jika ada satu murid berbuat nakal.

“Kalau ada sekolah muridnya tawuran, apa sekolahnya salah? Apa guru-gurunya semuanya salah? Ini anaknya yang bandel,” ujarnya.

Presiden menegaskan kepercayaannya terhadap institusi penegak hukum di Indonesia. Menurutnya, Polri, TNI, dan kejaksaan tidak ragu menindak anggotanya yang melanggar aturan.

“Saya kira institusi kita, polisi, tentara, kejaksaan, semua tidak ragu-ragu menindak anggotanya yang tidak tertib. Saya percaya itu,” tegas Prabowo.