Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya tersisa untuk dua minggu ke depan. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak perlu khawatir.
“Informasi bahwa APBN akan habis dalam dua minggu itu tidak benar. Masyarakat tidak perlu cemas dengan isu yang beredar,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Purbaya memastikan kondisi fiskal Indonesia masih dalam posisi aman dengan dukungan bantalan anggaran yang memadai. Pemerintah, kata dia, memiliki cadangan dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.
Meski demikian, ia menegaskan dana tersebut belum digunakan dan akan dimanfaatkan secara hati-hati sesuai kebutuhan.
“Penggunaan SAL akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi. Kita tetap berhati-hati dan menjaga stabilitas,” katanya.
Menurut Purbaya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global, termasuk kemungkinan lonjakan harga minyak dunia. Namun, ia menilai skenario ekstrem seperti harga minyak mencapai 150 dolar Amerika Serikat per barel dalam waktu lama sangat kecil kemungkinannya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus menjaga stabilitas fiskal dengan memilih kebijakan yang paling tepat dan terukur.
“Kita punya bantalan fiskal yang cukup, sehingga stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujar Purbaya.










