
Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa untuk mencapai target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari pada tahun 2030, diperlukan langkah-langkah inovatif di luar kebiasaan. Hal ini disampaikan dalam keterangan resminya pada Jumat (23/5/2025), saat menghadiri Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-49 di Tangerang, Banten.
Menurut Bahlil, Kementerian ESDM kini tengah mengedepankan penerapan teknologi mutakhir guna meningkatkan produksi migas nasional. Salah satu strategi utama adalah penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), yang terbukti efektif dalam meningkatkan perolehan minyak dari sumur tua, serta penerapan teknik pengeboran horisontal yang dinilai lebih efisien dalam menjangkau cadangan yang sulit diakses secara vertikal.
“Kami terpaksa melakukan hal-hal di luar kelaziman karena jika hanya mengandalkan cara biasa, produksi minyak kita akan stagnan,” ujar Bahlil.
Selain itu, Kementerian ESDM juga mendorong reaktivasi sumur-sumur migas yang tidak aktif (idle). Langkah ini dianggap lebih efisien karena infrastruktur pendukung sudah tersedia, sehingga dapat meningkatkan produksi tanpa harus membuka wilayah kerja (WK) baru dari nol.
Pemerintah juga mempercepat eksplorasi di cekungan-cekungan baru. Dari 128 cekungan migas yang ada di Indonesia, 68 masih belum tergarap dan menyimpan potensi besar. Sebagai bagian dari strategi percepatan, pemerintah merencanakan pelelangan 60 Wilayah Kerja (WK) baru hingga tahun 2028.
Untuk menarik investasi, berbagai insentif telah disiapkan. Di antaranya, peningkatan bagi hasil migas hingga 50 persen bagi kontraktor serta peningkatan Internal Rate of Return (IRR) proyek hulu migas menjadi 15–17 persen. “Kami menawarkan formula yang saling menguntungkan. Negara dapat meningkatkan produksi, kontraktor tetap untung, dan keuntungan nasional terjaga,” ujar Bahlil.
Sebagai bentuk komitmen awal, tiga WK Migas hasil lelang tahap II tahun 2024—Kojo, Binaiya, dan Serpang—telah resmi dikontrak dengan total investasi mencapai USD13,3 juta dan bonus tanda tangan sebesar USD700 ribu.
Dengan kombinasi teknologi, reaktivasi, dan eksplorasi agresif, Kementerian ESDM optimistis target satu juta barel per hari tercapai secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi perekonomian nasional.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









