TAUD Rilis Identitas 16 OTK Diduga Terlibat Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Jakarta, CoverPublik.com — Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap temuan 16 orang tak dikenal (OTK) yang diduga terlibat dalam aksi teror penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

Temuan tersebut disampaikan anggota TAUD Ravio Putra dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/4). Ia menjelaskan identitas para OTK disusun berdasarkan hasil investigasi, rekaman kamera CCTV, serta pemetaan lokasi operasi di sejumlah titik di Jakarta Pusat.

Berikut rincian 16 OTK yang diungkap TAUD:

  1. OTK 1: Budi Haryanto Widhi Cahyono
    Diduga perwira militer dari satuan AL dengan inisial BHWC. Sosok ini sempat menimbulkan perbedaan penyebutan identitas antara aparat.
    Wilayah operasi: Panglima Polim, Sudirman, Medan Merdeka, Jalan Mendut, Taman Diponegoro, Jalan Diponegoro, Halte Megaria, SPBU Cikini, Jalan Talang Salemba.
  2. OTK 2: MAK (eksekutor)
    Diduga pelaku penyiraman air keras, berinisial MAK atau disebut sebagai Muhammad Akbar Quddus, yang diyakini merupakan prajurit TNI.
    Wilayah operasi: Panglima Polim, Sudirman, Medan Merdeka, Jalan Mendut, Taman Diponegoro, Jalan Diponegoro, Halte Megaria, SPBU Cikini, Jalan Talang Salemba.
  3. OTK 3: “Abang Gojek”
    Diduga menggunakan atribut ojek online sebagai penyamaran dan berperan memantau situasi.
    Wilayah operasi: Jalan Mendut, Taman Diponegoro, SPBU Cikini, Jalan Talang Salemba.
  4. OTK 4: “Kumis Bleki”
    Dikenali dari pakaian hitam dan kumis tebal, bertugas memantau pergerakan target.
    Wilayah operasi: Jalan Mendut, Taman Diponegoro, SPBU Cikini, Jalan Talang Salemba.
  5. OTK 5: “Buncit Oranye”
    Dikenali mengenakan baju oranye dengan postur perut buncit, berperan mengawal situasi.
    Wilayah operasi: Panglima Polim, Sudirman, Medan Merdeka, Jalan Mendut.
  6. OTK 6: “Yankee Brewok”
    Menggunakan pakaian berlogo NY, diduga melakukan pengintaian.
    Wilayah operasi: Halte Megaria, Taman Diponegoro, Jalan Diponegoro, Jalan Mendut.
  7. OTK 7: “Flanel Pitak”
    Menggunakan baju flanel dan berambut tipis, diduga berkoordinasi dengan OTK 6 dalam pengintaian.
    Wilayah operasi: Halte Megaria, Taman Diponegoro.
  8. OTK 8: “Hoodie Abu-Abu”
    Dikenali mengenakan hoodie abu-abu, berperan dalam pengintaian.
    Wilayah operasi: Jalan Mendut.
  9. OTK 9: “Parasut Dongker”
    Menggunakan jaket parasut warna gelap, terlihat bersama OTK 8 saat kejadian.
    Wilayah operasi: Jalan Mendut.
  10. OTK 10: “Cepak Otot”
    Berpostur tegap, berambut cepak, mengendarai sepeda motor Honda PCX.
    Wilayah operasi: Jalan Mendut, Taman Diponegoro, Halte Megaria, Jalan Diponegoro.
  11. OTK 11: “Celana Cingkrang”
    Dikenali dari gaya berpakaian, bertugas memetakan situasi.
    Wilayah operasi: Jalan Mendut, Taman Diponegoro.
  12. OTK 12: “Botak Polo”
    Berpenampilan botak dengan kaos polo, diduga sebagai koordinator lapangan.
    Wilayah operasi: Taman Diponegoro.
  13. OTK 13: “Rompi Krem”
    Menggunakan rompi krem, bertugas memetakan situasi operasi.
    Wilayah operasi: Taman Diponegoro.
  14. OTK 14: “Hitam Khaki”
    Menggunakan jaket hitam dan celana khaki, cenderung menutupi wajah saat terekam CCTV.
    Wilayah operasi: Jalan Diponegoro, Jalan Kimia.
  15. OTK 15: “Jaket Biru”
    Dikenali dari jaket biru, berperan dalam pengintaian.
    Wilayah operasi: Taman Diponegoro, Jalan Kimia.
  16. OTK 16: “Helm Kuning”
    Menggunakan helm kuning dan diduga merupakan warga sipil, berperan dalam pengintaian.
    Wilayah operasi: Jalan Diponegoro, Jalan Kimia.

TAUD menyatakan temuan ini masih akan didalami lebih lanjut dan diharapkan dapat membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap secara menyeluruh pelaku serta jaringan di balik aksi teror tersebut.