Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa negara berhasil menghemat anggaran sekitar Rp8 triliun per tahun melalui kebijakan pembatasan pemberian tantiem dan bonus manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Angka tersebut disampaikan Rosan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8).
“Penghematannya secara konservatif mencapai sekitar Rp8 triliun per tahun. Kajiannya sudah kami susun lengkap,” ujar Rosan kepada wartawan usai sidang kabinet.
Ia menjelaskan bahwa efisiensi tersebut merupakan hasil dari surat edaran yang mengatur ulang pemberian tantiem dan bonus kepada jajaran komisaris serta direksi BUMN yang sesuai kinerja.
“Saya melaporkan hasil penghematan dari kebijakan pembatasan tantiem dan bonus bagi board of commissioners dan manajemen BUMN yang memang layak menerimanya berdasarkan kinerja perusahaan,” ungkapnya.
Selain menyampaikan hasil efisiensi, Rosan juga memaparkan kemajuan reformasi perizinan yang saat ini tengah didorong Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Ia menyebutkan, Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang mendukung percepatan layanan perizinan lintas kementerian telah resmi diterbitkan.
“Alhamdulillah, PP-nya baru saja terbit. Jadi, bila dalam jangka waktu tertentu tidak ada tanggapan dari kementerian terkait, maka izin akan kami keluarkan secara otomatis,” jelas Rosan.
Langkah ini, lanjutnya, diambil untuk menjamin kepastian waktu dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan perizinan investasi nasional.
Presiden Prabowo, kata Rosan, turut menekankan pentingnya integrasi sistem perizinan antar-kementerian. Ia meminta seluruh instansi yang belum terhubung penuh dengan sistem Kementerian Investasi untuk segera menyesuaikan diri.
“Presiden menginginkan percepatan. Semua kementerian diminta segera terintegrasi karena PP-nya sudah terbit,” tuturnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing investasi Indonesia sekaligus menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan transparan.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025










